Tampilkan postingan dengan label Tips Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Keluarga. Tampilkan semua postingan

KENALI CIRI-CIRI ISTRI CALON NERAKA’

Posted by Ra An Naja 15 Mei 2013 1 comments

Setiap laki-laki muslim tentu saja mendambakan seorang istri yang sholehah. Karena istri sholehah
⇉ Tidak suka mengerjakan shalat.
⇉ Suka berbicara bohong kepada suami.
⇉ Suka berhias kepada orang lain selain suaminya.
⇉ Tidak mensyukuri kesenangan yang diberikan oleh suami.
⇉ Suka mencari musuh.
⇉ Tidak menghormati suami.
⇉ Sombong.
⇉ Tidak takut kepada Allah walau sedikit pun.
⇉ Tidak mau meminta maaf kepada suami.
⇉ Tidak mau mengaku kesalahan diri sendiri bila membuat salah.
⇉ Degil dan keras kepala.
⇉ Tidak mau menerima nasihat.
⇉ Suka berfoya².
⇉ Merasa diri lebih baik dari orang lain.
⇉ Suka memandang rendah kepada orang lain.
⇉ Malas melakukan amalan baik seperti membaca Al-Qur'an, Dzikir, Shalawat dan Istighfar.

Nauzubillah...
Ingatlah sahabat....
Pintu taubat tidak pernah tertutup selagi kita semua masih bernyawa dan sebelum dunia ini kiamat, mari kita semua bertaubat sementara nadi masih berdenyut, selagi nyawa dan jasad kita masih belum di kembalikan kepada Yang Maha Pencipta...

Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmah-Nya ..maaf ini dari ustadz sebelah rumah.....seandainya ada yg kurang berkenan....maafkan saya....

Baca Selengkapnya ....

Ajarkan 7 Hal Ini Sebelum Anak Masuk TK

Posted by Ra An Naja 2 Oktober 2012 0 comments

paud

Jakarta - Sebelum anak mulai sekolah di taman kanak-kanak (TK), Anda perlu mengajari si kecil cara beradaptasi di kelas. Tidak hanya bermain dengan lingkungan sekitar, tapi juga menjaga sopan santun selama guru menerangkan. Agar anak mengerti serta menerapkannya saat sekolah, ajarkan tujuh hal ini kepada si kecil.

1. Tetap Duduk & Tidak Berisik

Seperti yang dirangkum dari All Women Stalk, ajari anak Anda tetap duduk dan memperhatikan guru yang sedang berbicara walaupun dia dikelilingi oleh permainan kesukaannya. Persiapkan si kecil agar tidak berisik serta mengganggu teman lain ketika guru sedang menerangkan. Ajak dia ke perpustakaan terdekat untuk membaca buku. Biasakan diri mereka tenang dalam ruangan. Cara ini bisa mengontrol anak supaya tetap menjaga sikap ketika pelajaran dimulai.

2. Mendengarkan Instruksi Guru

Ajarkan anak Anda mendengarkan instruksi dari guru mereka. Tidak hanya duduk diam, tapi mendengarkan perintah dari guru sangatlah penting. Sang buah hati harus bisa melaksanakan tugas dari gurunya tanpa mencela perkataannya. Oleh karena itu, biasakan mereka mendengarkan nasihat Anda dan tidak memotong pembicaraan.

3. Mengikuti Aturan

Mematuhi peraturan mungkin hal yang cukup sulit bagi si kecil saat baru memasuki taman kanak-kanak. Berikan dia dua atau tiga perintah untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti menaruh piring kotor ke wastafel, mengelap meja sehabis makan, lalu mencuci tangan hingga bersih. Hal tersebut bisa membuat anak mematuhi peraturan yang ada.

4. Memakai Seragam Sendiri

Sebelum masuk TK, Anda perlu mengajarkan si kecil memakai seragam sendiri. Hal itu untuk membantunya setelah buang air kecil di sekolah atau saat seragam berantakan setelah bermain. Coba latih anak memakai seragam sendiri sebelum berangkat ke sekolah.

5. Mengikat Tali Sepatu

Belikan anak Anda sepatu yang mudah dipakai. Bila ada talinya, ajarkan mereka mengikat tali sepatu. Cari sepatu bertali yang memang dikhususkan untuk anak seumuran mereka. Cara ini akan memudahkan si kecil jika harus melepas sepatunya di sekolah.

6. Berbagi Sesama

Anda harus melatih anak supaya mau berbagi makanan atau yang lainnya dengan teman sebaya mereka ketika di sekolah. Coba tunjukkan sikap berbagi Anda dengan si kecil saat di rumah. Puji dia kalau mau berbagi juga dengan Anda atau bahkan kakak mereka. Langkah ini untuk melatih dia supaya tidak egois ke depannya.

7. Sopan Santun

Ajari anak sejak dini agar selalu menjaga sopan santun dengan orang-orang di sekitarnya, terutama terhadap orang yang lebih tua. Anak harus tahu kapan dia mengatakan 'tolong' dan 'terima kasih', menunggu giliran mereka, serta memperlakukan orang lain dengan baik.



blokwalking

Baca Selengkapnya ....

Memahami Fungsi Otak Kanan dan Kiri

Posted by Ra An Naja 7 Mei 2012 0 comments

Otak besar atau serebum yang terletak di atas batang otak merupakan bagian terbesar dari otak manusia. Bagian ini bertanggung jawab atas semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.

Otak besar dibagi menjadi belahan (hemisfer) kiri dan belahan kanan. Masing-masing sisi mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Bagian otak ini merupakan pengendali intelligence quotient (IQ). Daya ingat otak bagian ini juga bersifat jangka pendek.

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.

Belahan otak mana yang lebih baik, tidak mudah untuk dijawab sebab masing-masing sisi mempunyai fungsi yang berbeda. Akan tetapi, menurut para ahli, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya.

Para pengguna otak kiri pada umumnya lebih kuat dalam matematika. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Demikian juga sebaliknya dengan pengguna otak kanan.

Bagaimana mengetahui seseorang menggunakan sisi otak bagian mana yang lebih dominan juga bisa diintip dari penampilan mejanya. Bila seseorang dominan menggunakan otak kanan, ciri meja kerjanya cenderung berantakan. Meski begitu dia mengetahui dengan pasti di mana letak barang-barang yang dicari serta apa yang saat itu sedang dikerjakan. Sebab, mereka yang lebih banyak menggunakan otak kanan, proses berpikirnya paralel, sedangkan pengguna otak kiri cara berpikirnya serial.

Untuk mengoptimalkan kinerja dua bagian otak, kita bisa melakukan senam otak (brain gym). Prinsip senam ini adalah melakukan gerakan-gerakan menyimpang melewati bagian tengah atau yang disebut corpus callosum.





Sumber : mind map club Indonesia.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Fadilah dan Keutamaan Shalawat Nariyah

Posted by Ra An Naja 2 Mei 2012 1 comments
Fadilah dan Keutamaan Shalawat Nariyah. Ide posting tentang Shalawat Nariyah ini berawal ketika ponakan penulis yang baru kelas 2 sd sibuk ngapalin Shalawat Nariyah dari situs Youtube. Semoga bermanfaat.

Beberapa fadhilah dan khasiat dari sholawat nariyah antara lain :
Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang tersebut akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. Setelah membaca sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut (boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh.
Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah.
Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk, baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari.
Jika dibaca 21 kali setelah shalat maghrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun.
Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (Shalat Wajib) akan terjaga dari bala’ ( kerusakan) lahir batin.
Syeih Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya”

berikut adalah bacaan doa sholawat nariyah :

Nariyah

Allohumma sholli sholatan kamilah.
Wasallim salaman taamman ‘ala syayidina muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqod.
Watanfariju bihil kurob
Watuqdo bihil hawaij
Watunalu bihir Roghoib
Wahusnul howatimi
Wayustaskhol gomaamu biwajhihil karim
Wa’ala alihi washohbihi fi kulli lamhatin Wanafasin bi’adadi kulli ma’lumin lak

Artinya:

Ya Alloh, Limpahkanlah Rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dapat melepas beberapa kerepotan atau ikatan, menghilangkan beberapa kesusahan, mendatangkan beberapa hajat, mendapatkan beberapa hajat atau keinginan, mendapatkan beberapa kesenangan, diberikan khusnul khotimah dan curahan rahmat sebab wajah mulia pada tiap saat dan nafas sebanyak yang Engkau ketahui, dengan kerahmatanMU wahai Dzat yang paling belas kasih.

Kalau anda berniat mengamalkan doa tersebut diatas usahakan agar anda membacanya dengan ikhlash dan hanya mengaharapkan ridho Allah SWT'


Baca Selengkapnya ....

8 Hal yang Harus Ayah Ajarkan Pada Anak Perempuannya

Posted by Ra An Naja 4 Desember 2011 0 comments

Pengalaman sama penting untuk anak, bahwa seorang ayah memainkan peran unik dalam kehidupan putrinya. Tidak hanya memberinya rasa aman dan stabilitas, tapi ia juga dapat membimbing melalui tantangan kehidupan " Ayah mengajarkan begitu banyak kepada anak-anaknya tidak selalu dilakukan dengan duduk dan berbicara kepada mereka, tetapi juga dengan perilaku agar anak-anaknya mengikuti," kata Matthew Weinshenker, PhD, Asisten profesor sosiologi di Universitas Fordham. Baca terus untuk mengetahui prinsip-prinsip seorang pria harus mengajar anaknya untuk menunjukkan bahwa Ayah benar-benar tahu yang terbaik.

1.      Didik ia Menjadi Pribadi yang Terbuka, Tangguh, Jujur dan Dapat Dipercaya
Untuk menghilangkan stereotip bahwa perempuan adalah pribadi yang lemah dan tertutup, penting bagi gadis muda untuk mampu mengekspresikan diri dan menghadapi masalah dengan bijaksana, kata Linda Nielsen, Edd, psikolog pendidikan remaja di Wake Forest University di Winston-Salem, North Carolina, dan penulis Between Fathers and Daughters. Meskipun hal ini tidak berarti memanjakan, penting bahwa ketika ada konflik, ayah terlibat dengan putrinya, bukan ibu sebagai perantara. "[Seorang gadis] harus benar-benar bisa mengutarakan maksud dari sesuatu hal kepada ayahnya, tanpa bantuan ibu. Jika ia tidak dapat melakukan dengan ayahnya, dia [tidak akan mampu] melakukannya dengan atasan laki-laki, pacar, semua akan dipendam, "catatan Dr Nielsen. " Seorang ayah harus mau mendengarkan dan memaafkan kesalahan putrinya daripada menghukum berat dia untuk kesalahan itu. Ia juga dapat memujinya untuk mengekspresikan dirinya sendiri dengan jujur ​​dan tegas," tambah Dr Nielsen.

2.      Beri contoh hubungan yang sehat dan respek
"Pepatah lama mengatakan:" Salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan untuk anak-anak anda adalah menyayangi ibu mereka, '"kata Dr Weinshenker. "Hubungan yang baik, hormat dan cinta kepada pasangan Anda memiliki efek yang penting pada anak-anak." Cara lain seorang ayah bisa membantu putrinya membangun hubungan yang kuat di masa depan adalah dengan mengajar dia untuk menjadi dirinya sendiri, kata Dr Nielsen, dan membuat pernyataan-pernyataan seperti : "Jangan mengubah diri Anda sendiri seperti bunglon untuk mencoba sesuai selera pria Anda," dan " sembunyikan setiap kekurangan, Anda hanya menjadi diri sendiri". Akhirnya, ayah harus secara langsung berbicara dengan anak perempuan mereka . "Anda harus mengajarinya berkomunikasi tegas dengan Anda karena hal itu akan memberi cara belajar untuk berkomunikasi dengan semua pria dalam hidupnya," tambah Dr Nielsen. Perlakukan juga orang-orang yang bekerja pada anda di rumah, seperti pembantu rumah tangga, sopir atau lainnya, dengan respek, meskipun Anda seorang majikan, sehingga anak-anak juga belajar untuk selalu menghargai orang lain, terutama yang lebih tua.

3.      Upaya untuk sukses
Salah satu tantangan terbesar dalam hidup dapat mencari tahu apa yang Anda inginkan dan kemudian memiliki keberanian untuk melakukan setelah itu. Seorang ayah bisa membantu putrinya dengan memberi dia alat untuk melakukan hal itu. "Pertama Anda harus membantunya mencari tahu apa mimpi-mimpinya, maka Anda harus memberikan landasan untuk mencapai setelah mereka memimpikannya," kata Bernard Percy, mantan seorang pendidik sekolah umum di New York City dan Los Angeles dan penulis Moments of Astonishment—On Becoming a Better Dad. Dan itu memberi kesempatan untuk berhasil sehingga dia memiliki keyakinan bahwa dia bisa melakukannya. "Sangat penting untuk menemukan dan menciptakan tantangan yang tepat untuk anak Anda. Ketika mereka mengatasi tantangan yang tepat untuk diri mereka sendiri, mereka akan membuat peningkatan kemampuan secara kreatif dalam memecahkan masalah. Individu berkembang dengan adanya lingkungan yang menantang." Misalnya, jika anak remaja Anda telah menetapkan tujuan untuk memiliki kendaraan pribadi, membantunya mencapai tujuan ini agar dirinya sendiri mampu menabung atau mencari kerja paruh waktu agar dapat mencapai tujuan itu. Anda boleh menetapkan tujuan yang tinggi untuk anak-anak Anda tetapi dapat dicapai, sehingga mereka merasa hasil dari kerja keras dan kepercayaan diri yang berasal dari keberhasilan mereka sendiri.

4.      Jadilah mandiri
Meskipun sulit bagi orangtua untuk tidak menjemput anak-anak mereka setiap kali mereka jatuh, kadang-kadang seorang ayah berlaku merugikan putrinya dengan menyerah dari masalah terutama ketika berhubungan dengan uang. "Anda harus mengajari putri Anda mandiri secara finansial. Dia tidak membutuhkan uang seorang pria untuk apa pun. Dia tidak perlu meningkatkan statusnya, dan dia tidak perlu memilih pria dengan uang yang banyak daripada pria paling peduli, "kata Dr Nielsen. "Jadi berhenti bertingkah seperti mesin ATM nya. Anda tidak membantunya, anda menyakitinya."


Baca Selengkapnya ....

Cara Mengajak Sholat Orang yang Lebih Tua

Posted by Ra An Naja 3 Desember 2011 0 comments
Tidak sedikit didapati kaum muslimin melakukannya tanpa berbekal ilmu sehingga justru mendatangkan kemadhorotan. Terkadang didapati seseorang telah sedemikian semangat dalam berdakwah kepada masyarakat tetapi dia lupa kepada keluarga dekatnya yang lebih tua atau bahkan kepada kedua orang tuanya. 

Beberapa hal yang mungkin bisa membantu :


1.      Dalam mengubah kemungkaran yang dilakukan oleh orang yang lebih tua hendaklah sang anak muda mempergunakan cara-cara yang lemah lembut, mendo’akan orang yang lebih tua serta menjelaskan bahaya maksiat terhadapnya, sehingga orang yang lebih tua yakin bahwa sang anak muda tidak memiliki maksud lain di dalam dakwahnya kecuali demi kebaikan.

2.      Kita tidak boleh mempergunakan cara-cara kekerasan walaupun dengan tangan sekalipun atau dengan kekuasaan kita,karena justru akan semakin memancing timbulnya pertentangan dan penolakan.

3.      Sikap keras tidak ditempuh kecuali dengan batasan-batasan yang sangat ketat.jadi boleh keras dalam hal bersikap mengajak orang yang lebih tua tapi tentunya dengan batasan-batasan yang ada.

4.      Ajaklah saudara anda untuk mengevaluasi kembali perbuatannya yaitu mengapa dia tidak sholat dan kita juga harus tidak mengklaim diri anda adalah sebagai orang yang paling pintar.

5.      Ingatkanlah akan murka Allah bahwa bila berpaling dari Allah adalah sama dengan mengikuti ajakan setan

6.      Ingatkanlah bahwa setiap manusia adalah tidak sempurna jadi kalau mengalami suatu kegagalan dalam berusaha atau menjalani hidup tetap pasrah dan sabar menghadapinya.


Baca Selengkapnya ....

Peran Ayah Dalam Kecerdasan Emosional Anak

Posted by Ra An Naja 17 April 2011 0 comments

Dalam dunia modern ini, peran ayah sebagai kepala keluarga sering terfokus pada usaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, terutama keuangan. Dengan demikian, tak jarang seorang ayah harus membanting tulang mencari nafkah keluarga dan pulang dalam keadaan lelah tanpa memiliki kesempatan banyak untuk berinteraksi dengan istri dan anak-anak. Fenomena ini akan lebih terasa di kota besar dengan tekanan hidup yang lebih tinggi. Belum lagi ditambah kemacetan yang semakin parah membuat seorang ayah banyak kehilangan waktu berharganya untuk berinteraksi dengan anak.

Berdasarkan sebuah penelitian, peran ayah sangat penting dalam membangun kecerdasan emosional anak. Seorang ayah sebagai kepala keluarga sekaligus pengambil keputusan utama dalam keluarga memiliki posisi penting dalam mendidik anak. Seorang anak yang dibimbing oleh ayah yang peduli, perhatian dan menjaga komunikasi akan cenderung berkembang menjadi anak yang lebih mandiri, kuat, dan memiliki pengendalian emosional yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak memiliki ayah seperti itu.

Hal ini bukan berarti mengabaikan peran sama yang dimiliki oleh seorang ibu. Secara natural biasanya seorang ibu akan terlibat aktif dalam membesarkan anaknya, sedangkan seorang ayah belum tentu mengambil peran yang sama. Posisi ayah biasanya tergantung sejauh mana dia melihat peran pentingnya dan kemudian memutuskan untuk terlibat. Karenanya dalam beberapa penelitian menunjukkan peran ayah memegang kunci yang menentukan bagaimana kondisi anaknya ketika besar nanti.

Dalam masyarakat kita, disadari atau tidak ada semacam perbedaan antara peran ayah dan ibu. Sering kali seorang ayah dipersepi cukup baik jika telah bertanggung jawab untuk pemenuhan urusan keuangan keluarga. Adapun urusan pengasuhan dan pendidikan anak lebih banyak dipegang oleh seorang ibu. Ibulah yang memandikan, mengganti popok, menggendong, atau membujuk ketika anak menangis. Secara umum tugas-tugas tadi dianggap sebagai kewajiban alami seorang ibu. Sedangkan ayah cukup melakukannya sesekali dan itu pun kalau dia punya waktu di tengah kesibukan pekerjaannya. Seorang ayah yang tidak melakukannya masih dianggap wajar saja.

Tak jarang seorang ayah yang kelelahan dan tertekan di pekerjaan malah membawa kemarahan dan ketidaknyamanan bagi anak-anaknya di rumah. Anak yang ingin mengajak bermain dianggap mengganggu istirahat, anak yang ingin dekat secara emosional dianggap terlalu manja, atau anak yang bertanya dijawab seadanya sehingga akhirnya akan timbul jarak antara seorang ayah dengan anaknya.


Baca Selengkapnya ....

Metode Mengajar Matematika Kreatif

Posted by Ra An Naja 9 Maret 2011 0 comments

Metode Mengajar Matematika Kreatif Materi: Lebih dari ( > ) dan kurang dari ( < )
Mengajarkan bidang studi Matematika kepada anak-anak itu gampang-gampang susah. “Gampang” karena materi yang diajarkan masih sangt sederhana dan tentu saja kita sudah tahu caranya.
“Susah” bila kita belum mengetahui metode yang efektif dan menyenangkan yang bisa kita gunakan untuk mengajar anak-anak. Mungkin ada sebagian dari kita bingung saat mengajarkan tanda “lebih dari”( > ) dan “kurang dari ( < )”. Dalam artikel ini saya akan mengajarkan sebuah metode kreatif dalam mengajarkan “lebih dari” dan “kurang dari” kepada anak-anak.

1.     Memperkenalkan kata “lebih” kepada anak-anak.
Anda bisa menggunakan proses ini dengan mengklik lagu yang telah saya ciptakan, yaitu BIG BIG BIG. Lirik lagu ini adalah demikian:

Big big big… The elephant is big
Small small small… The ants are very small
Long long long …. The snake is so long
Look! This is a worm… This is very small

Nah… Setelah mengajak anak menyanyikan dan mempelajari lagu ini, anda bisa mengatakan bahwa gajah lebih besar daripada seekor semut. Kemudian anda ceritakan kepada anak didik bahwa ular lebih panjang daripada seekor cacing.
Setelah itu anda ceritakan bahwa ada seekor buaya yang suka memakan binatang yang ukurannya besar dan panjang. Pada saat itu dia melihat gajah dan semut. Lalu silakan anda bertanya kepada siswa,”Kira-kira…. Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab “Gajah”.
Lalu sang buaya melihat dua ekor binatang, yaitu ular dan cacing. Lalu bertanyalah kepada siswa,”Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab.”Ular!”
Nah… Di dalam pelajaran di atas anda bisa menggambarkan mulut buaya yang menganga dan siap memakan seekor gajah. Pada saat itu pula, anda bisa mengajarkan tanda “ > ” yang mewakili mulut buaya yang sedang menganga dan siap menerkam sang gajah. Lakukan hal yang sama kepada ular dan cacing.
Setelah siswa bisa membayangkan bahwa sang buaya yang rakus suka memakan binatang yang ukurannya lebih besar dan panjang, kita ikuti langkah selanjutnya.


Baca Selengkapnya ....

7 Tingkatan ( Maqom ) Dalam Islam

Posted by Ra An Naja 6 Maret 2011 0 comments

Ada 7 Tingkatan ( maqom  ) dalam  Islam yang harus kita ketahui dan setidaknya menjadi tujuan hidup dan menjadi Intropeksi kita juga sama-sama semuanya.

1.          Muslimin adalah orang muslim yang masih belum menjalankan ajaran Islam.

2.          Mukmin adalah orang muslim yang sudah menjalankan ajaran Islam tapi hanya wajib nya saja.

3.         Solihin adalah orang muslim yang sudah menjalankan ajaran Islam baik wajib maupun sunnah, tapi belum bisa merasakan manis dan indahnya beribadah kepada Allah.

4.         Muttaqin adalah orang muslim yang sudah menjalankan ajaran Islam baik wajib dan sunnahnya dan sudah mulai merasakan perasaan Khauf ( takut ) dan manis / indah nya beribadah kepada Allah.

5.         Mukhlisin adalah orang muslim yang menjalankan ibadah kepada Allah tanpa meminta imbalan apapun, tak mengharap SURGA atau pun tak takut pada NERAKA. Yang mereka harapkan adalah Ridho dan Cintanya tingkat IKHLAS yang tertinggi.

6.          Mualiyin adalah orang muslim yang kita kenal dengan sebutan WALI ALLAH nah mereka ini sudah menyerahkan semua segenap jiwa dan raga nya juga hatinya kepada ALLAH dan di hati mereka cuma ada ALLAH ALLAH Dan ALLAH. CINTA yang merekat sangat dalem kepada ALLAH dan tak mau berpisah Sedetikpun Dari Nya. Dan terbukalah seluruh Hijab yang membatasi antara Hamba dan Sang Pencipta.

7.         Sir adalah orang Muslim yang tingkat keimanan bisa di katakan tingkatan yang sangat sulit karena seluruh jiwa dan raganya sudah bersatu kepada ALLAH bahkan cintanya kepada Allah melekat sampai kesetiap sel-sel darah dan tulangnya serta mengikuti 7 penjuru mata angin. Dan penjelasan yang lebih kompleksnya hanya Allah yang lebih tau.

Semoga Allah merahmati kita semua. Hanya saling mengingatkan apakah kita mau sampe disini saja kah maqom kita ?? nah mari kita sama-sama bercermin. Tapi ingat setiap Maqom bukan lah mudah, cobaan pasti akan terus datang tapi percayalah. Allah tak akan memberikan cobaan yang tak bisa di tanggung umatnya.



Baca Selengkapnya ....
Redesigned by Info Terbaru Original by Bamz | Copyright of an naja banyuasin. Untuk SEO lebih lanjut kunjungi Trik SEO terbaru.